jpnn.com - SUBANG - Arus mudik Lebaran 2026 melalui Top Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau mengalami peningkatan pada H-6 Idulfitri atau Minggu (15/3).
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (15/3), menyatakan sejak pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB tercatat sekitar 24 ribu kendaraan melintasi ruas Tol Cipali dari arah Cikopo menuju Cirebon.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026, Wakapolri: Tol Cikampek Hingga Ngawi Sangat Lancar
Volume lalu lintas tersebut meningkat 16,8 persen dibandingkan volume pada waktu yang sama di hari sebelumnya. Dari arah sebaliknya, terdapat sekitar 7 ribu kendaraan melintasi Cikopo menuju Jakarta.
Secara keseluruhan, Astra Tol Cipali mencatat volume lalu lintas di ruas Tol Cipali terpantau meningkat 8,1 persen dibandingkan volume pada jam yang sama kemarin.
BACA JUGA: Masyarakat Bakal Dapat SMS Blast Soal Rekayasa Lalu Lintas saat Mudik
Menurut dia, sebagai dukungan terhadap program pemerintah untuk menciptakan kelancaran arus lalu lintas pada periode mudik, diskon tarif tol 30 persen telah diberlakukan mulai Minggu pukul 00.00 WIB hingga Senin (16/3) pukul 24.00 WIB.
Diskon tarif berlaku bagi pengguna tol yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung (Semarang).
BACA JUGA: Polres Bengkulu Utara Gelar Operasi Ketupat 2026, Satlantas Rangkai Rekayasa Lalu Lintas
Ardam mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum diskon tarif tol tersebut, guna merencanakan perjalanan mudik lebih awal.
Pengguna jalan juga diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik serta beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk di rest area.
Namun, durasi istirahat di rest area diharapkan maksimal selama 30 menit agar dapat bergantian dengan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan fasilitas di luar tol dengan keluar melalui gerbang tol terdekat dan masuk kembali tanpa dikenai biaya tambahan, karena sistem transaksi di ruas Tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




