Waspada! Jalur Mudik Garut Dikepung Titik Rawan Longsor

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut mengingatkan para pemudik yang melintas di kawasan tersebut selama arus Mudik Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan bencana, khususnya terkait potensi tanah longsor dan pergerakan tanah

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan wilayah Garut memiliki karakter geografis berupa perbukitan dan pegunungan yang rentan terhadap bencana alam, terutama saat intensitas hujan masih tinggi. Karena itu, pemudik yang melintasi jalur-jalur tertentu diminta lebih berhati-hati.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor, baik di wilayah selatan maupun utara Kabupaten Garut.

“Wilayah selatan Garut menjadi perhatian utama karena kondisi tanahnya labil dan sebagian besar berada di kawasan perbukitan. Saat curah hujan tinggi, potensi longsor bisa meningkat,” kata Syakur, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan pemerintah daerah, sejumlah kecamatan di wilayah selatan Garut masuk kategori rawan longsor. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Caringin, Cikelet, Cisewu, Pakenjeng, Bungbulang, Mekarmukti, dan Talegong.

Kawasan tersebut dikenal memiliki kontur perbukitan yang cukup curam dengan struktur tanah yang relatif mudah mengalami pergerakan ketika diguyur hujan dalam waktu lama.

Baca Juga

  • Hindari Macet saat Mudik, Ini 4 Jalur Alternatif Menuju Kuningan
  • KDM Beri Rp1,4 Juta ke Tukang Becak-Sopir Angkot Agar Tak Bikin Macet saat Arus Mudik
  • Menhub Prediksi Pantura Cirebon Padat H-3 Lebaran, Pemudik Diminta Atur Waktu

Selain wilayah selatan, beberapa kecamatan di bagian utara Garut juga memiliki potensi bencana serupa. Di antaranya Kecamatan Cibiuk, Leuwigoong, Kadungora, Pasirwangi, serta Tarogong Kaler.

Syakur menjelaskan, kondisi geologi di sejumlah wilayah tersebut membuat tanah menjadi lebih rentan mengalami longsor, khususnya di area lereng gunung, tebing jalan, maupun daerah yang berdekatan dengan aliran sungai.

Untuk mengantisipasi potensi bencana selama periode mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Garut telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan hingga aparat desa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan kondisi lapangan berjalan secara intensif, terutama di daerah yang masuk kategori rawan bencana.

“Kami sudah meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan dan antisipasi dini. Informasi mengenai potensi bencana juga terus disampaikan kepada masyarakat agar kewaspadaan bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah juga menyiagakan tim penanganan bencana di sejumlah titik strategis. Tim tersebut akan bertugas memantau kondisi lapangan serta memberikan respons cepat apabila terjadi kejadian darurat.

Peralatan evakuasi dan perlengkapan penanggulangan bencana juga telah disiapkan untuk mendukung proses penanganan di lapangan jika terjadi longsor atau bencana lainnya.

Di sisi lain, Syakur juga mengingatkan para pemudik agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur yang berada di kawasan perbukitan atau tebing jalan.

Menurutnya, terdapat beberapa ruas jalan di wilayah Garut yang pernah mengalami longsoran kecil. Jika tidak diwaspadai, kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Jika dalam perjalanan terjadi hujan deras dalam waktu lama, sebaiknya pengendara berhenti sementara di tempat yang aman. Hindari berhenti di pinggir tebing atau area yang berpotensi longsor,” katanya.

Selain pemudik, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana juga diminta tetap siaga. Curah hujan yang masih tinggi dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor maupun banjir bandang di sejumlah daerah.

Syakur mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila menemukan tanda-tanda awal potensi longsor, seperti munculnya retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari lereng bukit.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Jadi Sorotan, Amerika Serikat Ancam Serang Terminal Minyak Iran
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sanksi SPPG Dipertanyakan, Menu Salak Busuk Didiamkan BGN
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Mudik Lebaran, Keberangkatan Bus Naik 20 Persen dari Terminal Leuwi Panjang Bandung | KOMPAS SIANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Guru Besar hingga Praktisi Merapat ke Kediaman JK Sore Ini, Ada Apa?
• 5 menit lalurctiplus.com
thumb
AS Bom Situs Militer Iran di Pulau Kharg, Ancam Serang Fasilitas Minyak
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.