Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • IRGC luncurkan rudal dan drone canggih hantam tiga pangkalan udara militer Amerika Serikat.

  • Donald Trump ragukan kondisi Mojtaba Khamenei dan beri syarat nuklir untuk kesepakatan damai.

  • Israel bantah isu kematian Netanyahu dan pastikan sang Perdana Menteri dalam kondisi aman.

Suara.com - Ketegangan di wilayah Timur Tengah mencapai level baru yang sangat mengkhawatirkan pada hari Minggu ini. Bahkan, Pasukan Khusus Iran berkomitmen ingin membunuh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC secara resmi mengumumkan peluncuran serangan besar ke aset Amerika.

Sejumlah proyektil rudal dan pesawat tanpa awak canggih dikerahkan untuk menyasar titik strategis militer tersebut.

Langkah ofensif ini menyasar tiga pusat kekuatan udara milik Amerika Serikat yang tersebar di kawasan.

Operasi militer ini menandai babak baru dalam konfrontasi terbuka antara Teheran dan pihak Washington.

Pihak IRGC memberikan rincian bahwa serangan ini difokuskan pada pusat konsentrasi pasukan militer Amerika.

Salah satu lokasi utama yang menjadi sasaran empuk adalah pangkalan udara Al-Harir di Erbil.

Informasi mengenai keberhasilan serangan ini dipublikasikan secara luas oleh kantor berita resmi Fars di Iran.

Selain Al-Harir, fasilitas militer Ali Al Salem juga dilaporkan terkena dampak serangan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti

Pangkalan Arifjan milik Amerika Serikat turut masuk dalam daftar fasilitas yang diklaim hancur oleh Teheran.

Serangan akhir pekan ini secara resmi dinamakan sebagai gelombang ke-52 dari Operasi Janji Setia 4.

Aksi militer masif tersebut merupakan bentuk respon atas hilangnya nyawa para pekerja di zona industri.

Pihak Iran menganggap serangan sebelumnya terhadap warga sipil mereka sebagai tindakan yang tidak bisa dimaafkan.

Selain serangan fisik, IRGC juga melontarkan ancaman yang sangat tajam kepada pemimpin tertinggi pemerintahan Israel.

"Jika dia masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," tulis pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran tegaskan AS di balik serangan sekolah Iran tewaskan siswa
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Serial Live Action Adaptasi dari Manga Jepang Paling Hits
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Trump Bingung saat Ditanya Akhir Serangan ke Iran
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Respons Berkelas Pelatih Persija Jakarta soal Duel Persib Bandung Vs Borneo: Kami Fokus Kalahkan Dewa United
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.