Harga Emas Dunia Melemah 2 Pekan Beruntun

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Harga Emas Dunia Melemah 2 Pekan Beruntun. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta kekhawatiran inflasi yang dipicu konflik Iran, yang turut meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Baca Juga:
IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi di Awal Pekan

Emas spot (XAU/USD) turun 1,14 persen menjadi USD5.021,27 per ons, dan sepanjang pekan ini tercatat merosot 2,90 persen.

“Walau pasar tetap sangat bullish terhadap emas dalam jangka panjang karena faktor alokasi aset, harga logam mulia ini terus merayap menuju level terendah sejak konflik Iran dimulai, seiring dolar yang berada di kisaran tertinggi hampir empat bulan,” kata trader logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Saham Empat Bank Besar Jadi Sasaran Jual Asing saat IHSG Turun 5,9 Persen

Dolar AS membukukan kenaikan mingguan sebesar 1,66 persen ke level 100,49, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Dalam catatannya, Commerzbank menyebut ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi alasan utama mengapa harga emas berada di bawah tekanan.

Baca Juga:
Harga Emas di Pegadaian Turun H-5 Lebaran

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai tradisional terhadap inflasi dan ketidakpastian, suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi daya tariknya karena meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia tersebut.

Data menunjukkan belanja konsumen AS pada Januari naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan.

Bersama dengan inflasi inti yang tetap kuat serta perang di Timur Tengah, kondisi ini memperkuat pandangan para ekonom bahwa Federal Reserve tidak akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan menghantam Iran “dengan sangat keras dalam sepekan ke depan”, tak lama setelah memberikan keringanan sebagian selama 30 hari atas pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi.

Harga minyak mencatatkan kenaikan mingguan seiring gangguan pasokan di kawasan Teluk akibat konflik masih berlangsung.

Di sisi lain, kembalinya sebagian penerbangan dari Dubai memungkinkan arus perdagangan emas dari salah satu pusat perdagangan global tersebut mulai pulih sebagian pada pekan ini, menurut tiga sumber yang berbicara kepada Reuters. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Marapi di Sumbar Bererupsi, Hujan Abu Capai Radius 12 Kilometer
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Hasil Swiss Open 2026: Alwi Farhan Kalahkan Unggulan Pertama di Semifinal
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Inter Milan Mogok Bicara: Protes Keras Wasit Usai Hasil Imbang Kontroversial vs Atalanta
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Lima kepala daerah terjaring OTT KPK pada awal 2026
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Dishub: Arus Lalu Lintas di Simpang Jomin Masih Lancar
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.