Daniil Medvedev Hentikan Rekor Alcaraz, Tantang Jannik Sinner di Final Indian Wells

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

PETENIS Daniil Medvedev menunjukkan tajinya di Indian Wells 2026 dengan menghentikan start sempurna petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz. Kemenangan ini membawa petenis Rusia tersebut ke partai puncak sekaligus memutus rekor 16 kemenangan beruntun milik Alcaraz sejak awal tahun ini.

Alcaraz yang memulai musim 2026 dengan menjuarai Australian Open harus mengakui keunggulan Medvedev dalam pertarungan ketat dua set langsung, 6-3 7-6 (7-3). Medvedev tampil dominan sejak awal, mengamankan set pertama hanya dalam waktu 35 menit.

Pembuktian Daniil Medvedev

Petenis berusia 30 tahun itu, yang sebelumnya dua kali menjadi runner-up di turnamen ini, menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia berhasil mengonversi dua peluang break point di set pertama sebelum akhirnya menyudahi perlawanan Alcaraz melalui drama tie-break di set kedua.

Baca juga : Carlos Alcaraz Bertemu Daniil Medvedev untuk Gelar Indian Wells Setelah Menghentikan Jannik Sinner

"Set pertama adalah level yang sangat tinggi dari saya, dan dia mulai menguasai keadaan di set kedua," ujar Medvedev pascapertandingan. "Saya berhasil bertahan dan bermain bagus di poin-poin krusial. Saya senang bisa menunjukkan kepada dunia bahwa saya masih pemain tenis yang hebat."

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor pribadi Medvedev menjadi sembilan kemenangan beruntun, menyusul keberhasilannya menjuarai Dubai Tennis Championship bulan lalu. Sebelumnya, ia juga berhasil menyingkirkan juara bertahan Jack Draper di babak perempat final.

Jannik Sinner Kejar Rekor Elite

Di partai final, Medvedev akan berhadapan dengan unggulan kedua, Jannik Sinner. Petenis asal Italia ini melaju ke final setelah tampil memukau saat mengalahkan Alexander Zverev dengan skor 6-2 6-4 dalam waktu 1 jam 23 menit.

Baca juga : Sinner Kubur Mimpi Alcaraz

Sinner yang berusia 24 tahun kini berpeluang menyusul jejak dua legenda besar, Roger Federer dan Novak Djokovic. Jika berhasil juara, ia akan menjadi pria ketiga dalam sejarah yang mampu memenangkan seluruh enam gelar ATP Masters 1000 di lapangan keras (hard-court).

"Itu adalah performa yang hebat, sangat solid dari lini belakang lapangan. Saya mencoba mengejar pukulan dan itu terasa seperti salah satu kunci kemenangan," kata Sinner. "Dia (Zverev) memiliki servis yang besar, jadi saya mencoba memvariasikannya. Dari sisi saya, saya sangat presisi."

Meski sempat menjalani awal musim 2026 yang cukup frustrasi karena gagal mencapai satu pun final sebelum turnamen ini, Sinner tampil sangat percaya diri. Ia hanya kehilangan empat poin dari servisnya di set pertama dan mematahkan servis Zverev sebanyak dua kali.

Zverev, yang kini berusia 28 tahun, sempat mencoba memberikan perlawanan di set kedua dengan menyelamatkan tiga break point di gim pembuka. Namun, ketangguhan Sinner tak terbendung saat ia mematahkan servis petenis Jerman itu untuk unggul 4-3 dan menjaga momentum hingga akhir laga.

Partai final antara Medvedev dan Sinner di Indian Wells diprediksi akan menjadi salah satu tontonan terbaik di tahun 2026, mengingat sejarah persaingan keduanya yang selalu ketat. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Mudik Lebaran Diprediksi Meningkat, Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan Avtur di Hasanuddin
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Bisa Memunculkan Opini Liar
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Inspirasi Ramadan: Memperkokoh Paradigma Kesetiakawanan Sosial
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Rincian Korban Tewas Akibat Perang AS-Israel dengan Iran: 10 Negara Terdampak
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PSSI Sudah Siapkan FIFA Series 2026 di Jakarta: Stadion, Lapangan Latihan, Akomodasi, Para Pemain Timnas Indonesia Datang 22-24 Maret 2026
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.