Trump Klaim Infrastruktur Vital Iran Alami Kerusakan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Washington DC

Presiden AS Donald Trump menyatakan ketegangan dengan Teheran meningkat setelah operasi militer di Pulau Kharg, meski dirinya mengaku belum berniat melakukan kesepakatan diplomatik. 

Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump mengeklaim bahwa kekuatan militer AS telah melumpuhkan titik strategis di Pulau Kharg.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa fokus serangan tetap berada pada instalasi militer, bukan jalur energi utama.

Dalam sebuah pernyataan terbaru, Trump mengungkapkan bahwa operasi tersebut telah memberikan dampak signifikan bagi kemampuan operasional di wilayah tersebut.

Walaupun mengklaim adanya kerusakan besar pada infrastruktur tertentu, ia menyatakan secara sadar menghindari penghancuran total pada fasilitas distribusi minyak untuk mencegah krisis energi jangka panjang.

Fokus pada Sasaran Militer

Langkah militer ini diambil sebagai bentuk tekanan terhadap rezim Iran.

Trump menyebutkan bahwa meskipun wilayah tersebut telah "dilumpuhkan", pihaknya masih menyisakan infrastruktur vital yang berkaitan dengan distribusi energi global.

"Kami telah melumpuhkannya secara total. Namun, saya tidak menyentuh jalur energinya, karena membangun kembali fasilitas tersebut akan memakan waktu bertahun-tahun," ujar Trump dalam wawancara bersama NBC News, Minggu 15 Maret 2026.

Pernyataan ini mencerminkan strategi "tekanan maksimum" yang terus dijalankan oleh Washington.

Trump juga memberikan sinyal bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk duduk di meja perundingan guna mencapai kesepakatan baru dengan Teheran.

Keamanan Selat Hormuz
Selain mengeklaim keberhasilan di Pulau Kharg, Presiden AS tersebut kembali menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan di Selat Hormuz.

Jalur pelayaran ini merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia yang kerap menjadi titik panas konflik geopolitik.

Para pengamat menilai bahwa langkah AS ini bertujuan untuk melemahkan posisi tawar Iran tanpa harus memicu lonjakan harga minyak mentah secara global yang ekstrem.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim kerusakan di fasilitas Pulau Kharg tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eskalasi di Lebanon, Kemlu utamakan keselamatan Kontingen RI di UNIFIL
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Menhub Imbau Warga Hentikan Tradisi Sapu Koin di Jembatan Sewo Saat Mudik Lebaran
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Jalur Semarang-Godong Kembali Normal Jelang Lebaran
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Musim sedekah yang menguji kota
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Belanja MBG Rp19 Triliun per Bulan, Tekanan Fiskal hingga Inflasi Pangan Menghantui
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.