BOGOR, KOMPAS.com - Jalan Dewi Sartika yang biasanya dipadati kendaraan berubah menjadi lintasan lari dadakan pada Sabtu (14/3/2026) malam hingga Minggu (15/3/2026) dini hari.
Di depan Alun-alun Kota Bogor, ratusan warga berkumpul menyaksikan lomba lari jarak pendek yang digelar menjelang sahur.
Sorak-sorai penonton menggema dari pinggir jalan, memberi dukungan kepada para pelari yang beradu kecepatan di lintasan sepanjang sekitar 100 hingga 150 meter dalam lomba lari sahur kali ini.
Sebelum lomba dimulai, para peserta tampak melakukan pemanasan. Sebagian berlari kecil, sebagian lagi melakukan peregangan dengan menekuk kaki dan melenturkan tubuh.
Ada pula yang masih berbincang dengan teman atau pendukungnya untuk menambah keyakinan sebelum bertanding.
Para pelari tampil sederhana dengan pakaian seadanya. Bahkan beberapa di antaranya berlari tanpa alas kaki, membiarkan telapak kaki mereka bergesekan langsung dengan aspal jalan.
Di hadapan kerumunan penonton, para peserta beradu cepat demi meraih gelar juara dan gengsi sebagai pelari tercepat malam itu.
Salah satu peserta, Rangga (21), mengatakan ia mengikuti lomba tersebut untuk mengisi waktu sekaligus mencari hiburan.
"Senang-senang karena enggak ada kegiatan lain," ujar Rangga kepada Kompas.com di Jalan Dewi Sartika, Minggu dini hari.
Ia mengaku sempat melakukan latihan singkat sebelum mengikuti lomba.
"Cuman dua hari, di sempur muterin siap sore," kata dia.
Baca juga: Polres Depok Bakal Gelar Balap Lari Remaja, Diharapkan Rutin Usai Ramadhan
KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Suasana kemeriahan Dashrun Bogor Balap Lari di kawasam Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (15/3/2026) dini hari.
Meski sudah berlatih, Rangga sempat merasa ragu melihat lawan-lawan yang menurutnya tampak lebih siap. Namun ia tetap percaya diri mengikuti perlombaan tersebut.
"Tetep percaya diri, yakin, pokoknya mah menang," ujarnya.
Peserta lain, Zaki (21), mengaku mengikuti lomba tersebut semata-mata untuk mencari pengalaman baru.