Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Iran secara resmi mengakui bantuan militer dari Rusia dan China, menyusul tuduhan dari Amerika Serikat baru-baru ini.
  • Rusia diduga memberikan data intelijen, termasuk kemampuan pelacakan kapal perang AS melalui jaringan satelit canggih.
  • China kemungkinan akan menyediakan bantuan keuangan, suku cadang militer, serta mengerahkan kapal mata-mata di Selat Hormuz.

Suara.com - Pemerintah Iran akhirnya secara terbuka mengakui adanya dukungan militer yang mengalir dari dua sekutu utamanya, Rusia dan China.

Pernyataan ini muncul setelah berhari-hari otoritas Amerika Serikat menuduh adanya keterlibatan pihak asing di balik kemampuan intelijen Iran yang semakin tajam.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi melabeli Rusia dan China sebagai "mitra strategis". Dalam sebuah pernyataan terbaru, Araghchi mengonfirmasi bahwa hubungan kerja sama tersebut mencakup sektor pertahanan.

"Kami telah menjalin kerja sama erat [dengan Rusia dan China] di masa lalu, yang terus berlanjut hingga sekarang, termasuk di bidang militer. Namun, saya tidak akan masuk ke dalam detail spesifik mengenai hal tersebut," ujar Araghchi menanggapi pertanyaan terkait bantuan intelijen dan persenjataan, seperti yang dikutip via Daily Mail.

Para pejabat tinggi AS sebelumnya mengklaim bahwa Rusia berada di balik kemampuan Iran dalam melacak lokasi persis kapal-kapal perang Amerika Serikat secara real-time.

Meski Presiden Vladimir Putin dilaporkan sempat membantah hal ini dalam percakapan telepon dengan Presiden Donald Trump, sumber intelijen menyebutkan bahwa Iran diduga memanfaatkan data citra dari jaringan konstelasi satelit canggih milik Moskow.

Meskipun belum ada bukti konkret yang menghubungkan satu serangan tertentu dengan data intelijen Rusia, faktanya sejumlah serangan pesawat tak berawak (drone) telah menghantam basis pasukan AS dalam beberapa hari terakhir.

Keterlibatan China: Keuangan hingga Kapal Mata-Mata

Laporan intelijen AS juga menunjukkan bahwa China kemungkinan besar akan segera memberikan bantuan finansial, suku cadang kendaraan militer, hingga komponen rudal kepada Iran.

Baca Juga: Patahkan Stigma Iran 'Seram', Traveler Ini Bagikan Pengalaman Salat di Masjid Syiah

Pekan lalu, kapal mata-mata mutakhir milik China, Liaowang-1, terpantau berada di Selat Hormuz. Kapal ini oleh para pakar dijuluki sebagai "superkomputer terapung" yang mampu memetakan medan tempur digital secara komprehensif.

China sendiri memiliki kepentingan besar dalam konflik ini karena sangat bergantung pada pasokan minyak dari Iran.

Beijing dilaporkan terus menekan Teheran agar menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sumber diplomatik menyebutkan bahwa China sangat menginginkan perang segera berakhir karena stabilitas di kawasan tersebut sangat krusial bagi ketahanan energi mereka.


Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan laporan intelijen dan pernyataan resmi dari berbagai pihak terkait. Situasi geopolitik di Timur Tengah sangat dinamis dan informasi dapat berubah sewaktu-waktu seiring berkembangnya situasi di lapangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret 2026, Ini 4 Titik Potensi Kemacetan di Tangerang
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Sebanyak 8.731 Penumpang Manfaatkan Layanan Kereta Api di Malang Raya
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan Rusak untuk Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran
• 21 jam lalupantau.com
thumb
ETLE Drone Patrol Presisi Pantau Tol Cikampek di H2 Operasi Ketupat, Lalin Ramai Lancar
• 3 jam laludetik.com
thumb
Bansos Bulan Maret untuk 208.517 Penerima Manfaat Sudah Cair
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.