KRI Canopus-936 Mulai Pelayaran Perdana, Bertolak dari Jerman ke Tanah Air

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, memulai pelayaran perdananya dari Jerman menuju Indonesia, Sabtu (14/3/2026).

Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman.

Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

“Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional,” kata Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Mabes TNI Ungkap Alasan Jabatan Kaster Kembali Diaktifkan

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal akan menempuh rute jarak jauh dengan beberapa kali singgah di pelabuhan internasional untuk kebutuhan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional hingga tiba di Tanah Air.

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional.

“Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat,” ujar dia.

Bagi Pushidrosal, pengoperasian kapal survei modern ini akan memperkuat pelaksanaan tugas sebagai lembaga hidro-oseanografi nasional.

Kapal tersebut juga mendukung penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.

Selain itu, keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut.

Baca juga: Profil Aktivis KontraS Andrie Yunus yang Disiram Air Keras, Vokal Kritik RUU TNI

“Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia dilaporkan membeli KRI Canopus-936 dari Jerman.

KRI Canopus-936 merupakan hasil pengadaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mendukung kebutuhan survei hidro-oseanografi, pemetaan dasar laut, serta pengumpulan dan pengelolaan data kelautan.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia, Abdul Kadir Jailani, kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi. Karena itu, KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim,” ujar Abdul Kadir Jailani dalam pernyataan tertulisnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Skenario WFH Jika Krisis BBM Global Terjadi
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
SBY Serukan Penguatan Multilateralisme di Tokyo Conference 2026
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabodetabek selama Libur Lebaran
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Niat Zakat Fitrah Buat Sendiri, Keluarga, Istri Sampai Anak Perempuan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK ungkap Bupati Cilacap peras satker Rp75-100 juta untuk THR
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.