Riau Darurat Asap! 100 Hektare Lahan Gambut Ludes Terbakar, Alat Berat Ikut Hangus

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita

PELALAWAN, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kabupaten Pelalawan, Riau, dalam sepekan terakhir. Sedikitnya 100 hektare lahan gambut di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, hangus terbakar. Bahkan, satu unit alat berat jenis excavator yang dikerahkan untuk memadamkan api turut ludes dilalap si jago merah. 

Kondisi cuaca ekstrem tanpa hujan selama dua minggu terakhir menyebabkan lahan gambut di wilayah tersebut menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Api dilaporkan mulai muncul sejak Rabu (11/3/2026) siang di lahan milik Koperasi Riau Tani Berkah Sawit (RTBS).  

Upaya melokalisasi api sempat dilakukan oleh pihak koperasi dengan menurunkan satu unit excavator. Namun, kencangnya tiupan angin membuat api membesar dengan sangat cepat hingga mengepung alat berat tersebut. 

"Angin sangat kencang, api tiba-tiba membesar dan menyambar excavator. Beruntung, operator alat berat berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum api menghanguskan seluruh badan mesin," ujar Kapolsek Bunut, AKP Arinal F, Minggu (15/3/2026). 

Water Bombing Dikerahkan ke Lokasi

Kepulan asap hitam pekat saat ini menutupi langit Kecamatan Bunut. Mengingat medan yang sulit dan api yang terus meluas, tim gabungan dari BPBD Pelalawan, Manggala Agni, TNI, Polri, serta tim pemadam dari perusahaan seperti PT Adei Plantation Industry dikerahkan ke lokasi. 

Tak hanya jalur darat, upaya pemadaman juga dibantu dari udara dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing. Petugas terus berjibaku memadamkan titik api agar tidak merembet lebih jauh ke kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Arara Abadi dan perkebunan warga sekitar.

Polisi Periksa Pengurus KoperasiSelain fokus pada pemadaman, Polres Pelalawan mulai melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti munculnya api. Sejumlah pengurus koperasi dan pemodal telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. 

"Penyelidikan sedang berjalan. Kami sudah memeriksa pengurus koperasi dan pihak pemodal terkait kebakaran ini," tegas AKP Arinal. 

Di lapangan, tim pemadam menghadapi kendala berat berupa angin kencang dan minimnya sumber air. Perwakilan Damkar PT Adei Plantation Industry, Mardi Sianipar, menyebut bahwa pemadaman di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api bisa menjalar di bawah permukaan tanah.

"Kami terjunkan 10 hingga 20 personel setiap hari dengan peralatan lengkap. Namun, melihat luasnya lahan gambut yang terbakar, cara paling efektif untuk benar-benar memadamkan api adalah menunggu turunnya hujan deras," ungkap Mardi.

Saat ini, warga yang kebun sawitnya ikut terdampak meski berjarak 2 kilometer dari titik awal api, terpaksa melakukan pemadaman mandiri dengan alat seadanya untuk menyelamatkan aset mereka dari amukan si jago merah.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Muba Amankan 30,42 Gram Sabu dan Senjata Api Rakitan
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Anies dan Novel Baswerdan Jenguk Andrie KontraS, Ungkap Kondisi Terkini
• 18 jam laludetik.com
thumb
Perang AS-Israel vs Iran Hantam Pariwisata, Kerugian Capai US$600 Juta per Hari
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Update Real Madrid: Kylian Mbappe Tiba-tiba Pulih dari Cedera, Berpotensi Tampil Lawan Manchester City di Leg Kedua Liga Champions
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Luhut: Harga Minyak Bisa Tembus 110 Dolar jika Iran Serang Langsung Aset AS di Teluk
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.