Gubernur NTB Dorong Program Desa Berdaya untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM, – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya yang saat ini dijalankan pemerintah provinsi menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia.

"Konsep desa berdaya melibatkan Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Mataram, Sabtu.

Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa salah satu tujuan Program Desa Berdaya adalah menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun, termasuk kemiskinan ekstrem. Program ini dirancang bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri, dengan pendekatan orkestratif dan kolaboratif.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Saat mengunjungi Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Iqbal menilai potensi daerah tersebut sangat melimpah untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Ia berharap agar roda penggerak desa dan sumber dayanya dapat memaksimalkan potensi secara kolektif dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat, sehingga fondasi ekonomi berbasis lokal semakin kuat.

"Melalui Desa Berdaya, kita intervensi persoalan di tingkat desa dan kepala keluarga, sehingga harapannya setiap kepala keluarga dalam setahun ke depan sudah mandiri dan memiliki penghasilan," ucapnya.

Selain itu, insentif seperti bantuan modal usaha juga diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil sebagai dukungan keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat usaha yang dijalankan, meningkatkan pendapatan, dan mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Namun, Iqbal menekankan bahwa penyaluran bantuan harus tepat sasaran, baik dalam bentuk bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya maupun bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha. "Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AWG Serukan Aksi Bela Al-Aqsa dan Palestina di Depan Kedubes AS
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Apakah Kita Harus Menangis saat Berduka? Ini Penjelasan Psikolog
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Facebook Marketplace Hadirkan Fitur AI untuk Jawab Pertanyaan Pembeli Secara Otomatis
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Dokter Ortopedi Ungkap Pemicu Utama Cedera: Bukan Pertandingan, tapi Kurang Istirahat
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
5 Berita Terpopuler: PPPK Paruh Waktu yang Belum Terima THR Sabar Ya, THP Cair Bisa Rp 4 Juta, Awal Bulan Gajian Lagi
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.