Kalahkan Bali United, Persis Solo Optimis Tumbangkan PSM Makassar

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SOLO — Kemenangan besar di satu malam sering kali mengubah banyak hal dalam sepak bola. Ia bisa menggeser posisi di klasemen, mengubah suasana ruang ganti, bahkan memulihkan kepercayaan diri sebuah tim yang sebelumnya terjebak dalam tekanan panjang. Itulah yang sedang dirasakan Persis Solo setelah menaklukkan Bali United dengan skor meyakinkan 3-0.

Di Stadion Manahan, Solo, Kamis malam 12 Maret 2026, kemenangan itu terasa lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Bagi Laskar Sambernyawa, hasil tersebut seperti membuka kembali pintu harapan yang sebelumnya hampir tertutup oleh tekanan hasil buruk sepanjang musim.

Pertandingan berlangsung dalam tempo yang agresif sejak awal. Persis tampil percaya diri di depan pendukungnya sendiri, memperlihatkan energi yang berbeda dibandingkan beberapa laga sebelumnya.

Gol pertama lahir pada menit ke-32 melalui Dejan Tumbas. Striker asal Serbia itu memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan dan mengubahnya menjadi keunggulan bagi tuan rumah.

Gol tersebut seperti memantik keberanian Persis untuk terus menekan. Tidak lama berselang, bomber Brasil Bruno Gomes menggandakan keunggulan pada menit ke-41. Tendangannya memastikan Persis menutup babak pertama dengan kepercayaan diri tinggi.

Namun malam itu belum selesai bagi Bruno Gomes. Ketika pertandingan memasuki masa injury time, ia kembali mencetak gol kedua sekaligus menutup kemenangan Persis menjadi 3-0 pada menit ke-90+10.

Hasil tersebut membuat Persis melonjak ke peringkat ke-15 klasemen sementara Liga Super Indonesia musim 2025/2026 dengan koleksi 20 poin. Yang lebih penting, kemenangan itu membawa mereka keluar dari zona degradasi—sebuah posisi yang selama berminggu-minggu membayangi klub kebanggaan warga Solo tersebut.

Bagi pelatih kepala Milomir Seslija, kemenangan itu terasa seperti oase di tengah tekanan yang sempat menguat beberapa waktu terakhir.

Sebelum laga melawan Bali United, masa depan pelatih asal Bosnia itu bahkan sempat menjadi bahan spekulasi. Beredar rumor bahwa pertandingan tersebut merupakan partai penentuan bagi kariernya di Solo. Jika gagal meraih kemenangan, kontraknya disebut-sebut berpotensi diputus oleh manajemen klub.

Namun kemenangan telak itu mengubah narasi yang berkembang. Persis tidak hanya menang, tetapi juga menunjukkan permainan yang jauh lebih hidup dibandingkan sebelumnya.

Kini, fokus tim mulai bergeser ke pertandingan berikutnya yang tak kalah penting: laga tandang menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie pada 4 April 2026.

Kemenangan atas Bali United membuat kepercayaan diri Persis meningkat. Mereka datang ke Parepare dengan keyakinan bahwa hasil positif bukan lagi sesuatu yang mustahil.

Meski demikian, perjalanan Persis menuju titik ini tidaklah mudah.

Beberapa waktu lalu, manajemen klub mengambil keputusan besar yang sempat mengejutkan publik. Di tengah kompetisi yang sedang berjalan, Persis melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi pemain.

Sebanyak 17 pemain baru didatangkan untuk menggantikan sebagian besar anggota skuad lama. Langkah yang sering disebut sebagai “cuci gudang” itu memunculkan banyak pertanyaan, bahkan keraguan dari suporter.

Dalam dunia sepak bola, perubahan besar di tengah musim selalu menyimpan risiko. Adaptasi taktik, pembentukan chemistry antar pemain, hingga proses penyatuan karakter tim biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Namun bagi Milomir Seslija, langkah tersebut dianggap sebagai kebutuhan mendesak.

Dalam evaluasi internal, ia menemukan masalah mendasar pada mentalitas tim sebelumnya. Persis mengalami kesulitan menciptakan peluang, kebobolan terlalu mudah, dan atmosfer ruang ganti dinilai tidak cukup sehat untuk mendukung performa tim.

“Kami sudah menganalisis. Kami tidak bisa menciptakan peluang, tidak meraih kemenangan, kebobolan banyak gol, dan atmosfer antara pemain tidak bagus,” ujar Seslija dalam salah satu konferensi persnya.

Ia bahkan tidak segan mengkritik mentalitas sebagian pemain lama yang dinilai terlalu nyaman dengan situasi yang ada.

“Para pemain terjebak di zona nyaman dan tidak termotivasi,” katanya.

Perombakan skuad pun menjadi pilihan yang diambil manajemen. Keputusan yang berisiko itu kini mulai memperlihatkan tanda-tanda positif.

Menurut Seslija, para pemain baru menunjukkan profesionalisme yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan langsung mengikuti sesi latihan intensitas tinggi sesaat setelah tiba di Solo.

“Para pemain ini turun dari pesawat, langsung latihan dengan intensitas tinggi dan menjalani pertandingan. Kita bisa lihat bagaimana mereka bertanding dan mereka tidak menyerah,” ujarnya.

Perubahan mentalitas inilah yang mulai terlihat dalam kemenangan atas Bali United.

Kisah Persis sebenarnya mencerminkan fenomena yang tidak jarang terjadi dalam sepak bola Indonesia. Banyak tim memiliki kualitas teknik dan taktik yang memadai, tetapi kerap tersendat oleh persoalan mentalitas.

Menariknya, situasi serupa juga sempat dialami oleh PSM Makassar pada musim ini. Klub asal Sulawesi Selatan itu juga menghadapi periode hasil buruk yang sempat memengaruhi kepercayaan diri pemain.

Dalam sepak bola modern, faktor mental sering kali menjadi pembeda antara tim yang mampu bangkit dan yang terus terperosok dalam tekanan.

Bagi Persis Solo, kemenangan di Stadion Manahan mungkin baru satu langkah kecil. Namun langkah itu cukup untuk menghidupkan kembali keyakinan bahwa mereka masih mampu bersaing.

Kini, ujian berikutnya menunggu di Parepare.

Jika mampu mengalahkan PSM Makassar di kandangnya sendiri, Persis bukan hanya menjauh dari zona degradasi. Mereka juga akan mengirim pesan bahwa kebangkitan Laskar Sambernyawa bukan sekadar euforia sesaat, melainkan awal dari perubahan yang lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Menlu ASEAN desak gencatan senjata di tengah memanasnya Timur Tengah
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran lewat Sebaran 5.0 di Surabaya
• 10 menit lalutvonenews.com
thumb
Wagub Jateng Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit Sebelum Perjalanan
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Stamaops Polri Pantau Titik Krusial Jalur Puncak: Pos Terpadu Hoegeng-Posyan Gunung Mas
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.