Cirebon (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut program kompensasi bagi pengemudi becak yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah tersebut.
Dudy dalam kunjungannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan program tersebut dinilai mampu membantu petugas di lapangan dalam menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan dukungan kepada para pengemudi becak selama periode mudik Lebaran.
“Program ini sangat baik dan sangat berharga. Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pak Gubernur,” kata Dudy.
Ia menilai kebijakan tersebut berkontribusi dalam menciptakan perjalanan mudik, yang lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat terutama di ruas arteri.
Menurut dia, program itu juga memberikan kesempatan bagi para pengemudi becak untuk sementara tidak beroperasi di jalan selama periode mudik, namun tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Dudy mengatakan kebijakan serupa dapat diterapkan di daerah lain, sebagai salah satu langkah pengaturan lalu lintas saat musim mudik.
Namun, ia menegaskan implementasi program tersebut bergantung pada kemampuan anggaran masing-masing pemerintah daerah.
“Kami selalu mengimbau pemerintah daerah lain untuk melakukan hal serupa, tetapi tentu menyesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing,” ujar dia.
Ia menilai Pemprov Jabar memiliki dukungan anggaran yang cukup, untuk menjalankan program tersebut selama periode mudik.
Sementara terkait kondisi arus mudik, Dudy mengatakan hingga saat ini terjadi peningkatan pergerakan kendaraan meski belum terlalu signifikan.
Meski demikian, kata Menhub, pemerintah terus memantau perkembangan arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan.
Dudy menambahkan berdasarkan hasil survei, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu waktu tertentu.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan pemberian kompensasi kepada pengemudi becak dilakukan untuk mengurangi aktivitas ngetem di jalur utama yang berpotensi memicu kemacetan.
Menurut dia, setiap pengemudi becak menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta sebagai kompensasi untuk sementara waktu tidak beroperasi menjelang Idul Fitri.
Dedi menyebut di wilayah Cirebon terdapat sekitar 557 pengemudi becak yang menerima bantuan tersebut, dengan kemungkinan adanya penambahan penerima melalui dukungan pendanaan lainnya.
“Secara keseluruhan ada 5 ribu penerima kompensasi, tetapi barusan nanti ada tambahan-tambahan nanti kita cover dengan dana yang lain,” katanya.
Dudy dalam kunjungannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan program tersebut dinilai mampu membantu petugas di lapangan dalam menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan dukungan kepada para pengemudi becak selama periode mudik Lebaran.
“Program ini sangat baik dan sangat berharga. Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pak Gubernur,” kata Dudy.
Ia menilai kebijakan tersebut berkontribusi dalam menciptakan perjalanan mudik, yang lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat terutama di ruas arteri.
Menurut dia, program itu juga memberikan kesempatan bagi para pengemudi becak untuk sementara tidak beroperasi di jalan selama periode mudik, namun tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Dudy mengatakan kebijakan serupa dapat diterapkan di daerah lain, sebagai salah satu langkah pengaturan lalu lintas saat musim mudik.
Namun, ia menegaskan implementasi program tersebut bergantung pada kemampuan anggaran masing-masing pemerintah daerah.
“Kami selalu mengimbau pemerintah daerah lain untuk melakukan hal serupa, tetapi tentu menyesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing,” ujar dia.
Ia menilai Pemprov Jabar memiliki dukungan anggaran yang cukup, untuk menjalankan program tersebut selama periode mudik.
Sementara terkait kondisi arus mudik, Dudy mengatakan hingga saat ini terjadi peningkatan pergerakan kendaraan meski belum terlalu signifikan.
Meski demikian, kata Menhub, pemerintah terus memantau perkembangan arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan.
Dudy menambahkan berdasarkan hasil survei, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu waktu tertentu.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan pemberian kompensasi kepada pengemudi becak dilakukan untuk mengurangi aktivitas ngetem di jalur utama yang berpotensi memicu kemacetan.
Menurut dia, setiap pengemudi becak menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta sebagai kompensasi untuk sementara waktu tidak beroperasi menjelang Idul Fitri.
Dedi menyebut di wilayah Cirebon terdapat sekitar 557 pengemudi becak yang menerima bantuan tersebut, dengan kemungkinan adanya penambahan penerima melalui dukungan pendanaan lainnya.
“Secara keseluruhan ada 5 ribu penerima kompensasi, tetapi barusan nanti ada tambahan-tambahan nanti kita cover dengan dana yang lain,” katanya.





