Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Anggota DPR: Teror terhadap Kebebasan Sipil dan Demokrasi

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.

Ia menilai serangan terhadap aktivis tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang mengancam kebebasan sipil dan demokrasi.

"Ini adalah bentuk teror yang secara langsung menyerang kebebasan sipil dan demokrasi," tegas Mafirion saat dihubungi, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, tapi Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Mafirion menegaskan, aktivis merupakan bagian dari warga negara yang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kekuasaan serta memperjuangkan kepentingan publik.

Ia menilai, serangan terhadap aktivis seperti yang dialami Andrie Yunus tidak hanya menyasar individu, tetapi juga berpotensi mengintimidasi masyarakat yang ingin menyuarakan kritik.

"Saya memandang tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia (HAM), karena menyerang hak atas rasa aman, integritas tubuh, dan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi serta berbagai instrumen hukum nasional dan internasional," jelasnya.

Menurut dia, tindakan kekerasan semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan serius oleh aparat penegak hukum.

Minta pelaku dan aktor intelektual diusut

Legislator asal Riau itu mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

"Jika serangan semacam ini dibiarkan, maka negara sedang memberi pesan yang sangat berbahaya: bahwa siapa pun yang bersuara kritis dapat dibungkam dengan kekerasan," imbuh dia.

Selain itu, Mafirion juga meminta negara memberikan perlindungan maksimal kepada para aktivis dan pembela hak asasi manusia.

Baca juga: Komnas Perempuan: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ancaman bagi Pekerja HAM

Ia menegaskan proses penyidikan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar publik dapat memantau perkembangan kasus tersebut.

Bagi Mafirion, demokrasi tidak boleh tunduk pada teror dan negara tidak boleh kalah oleh kekerasan yang berupaya membungkam suara kritis masyarakat.

"Sebagai bagian dari masyarakat: saya berdiri bersama para aktivis dan seluruh warga negara yang memperjuangkan kebenaran. Ingat, kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk membungkam suara rakyat," tegas Mafirion.

Serangan terhadap aktivis KontraS

Sebelumnya, aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, dibenarkan oleh Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Belakangan, Polres Metro Jakarta Pusat juga mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan tengah melakukan penyelidikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Minggu 15 Maret 2026
• 22 menit lalubisnis.com
thumb
Arus Mudik Mulai Padat di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Disiapkan dari Km 55
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Air Asia Catat Pendapatan Rp7,87 Triliun dan Kerugian Turun 15% di 2025
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret 2026, Ini 4 Titik Potensi Kemacetan di Tangerang
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Pemotor Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Ir Soekarno Kota Batu
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.