Blended Financing Sukuk Bisa Bantu Pengembangan Energi Surya

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Skema pembiayaan campuran atau blended financing sangat fleksibel untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang dihubungkan dengan pembiayaan syariah. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengusulkan skema ini menggabungkan instrumen sukuk dengan dana sosial syariah guna memperkuat pembiayaan proyek energi surya di Indonesia.

Direktur Jasa Keuangan Sosial Syariah KNEKS Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan skema pembiayaan campuran yang memadukan instrumen pembiayaan komersial dengan instrumen sosial syariah tersebut mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih inovatif bagi pengembangan energi terbarukan.

Baca Juga
  • Korban Banjir Disebut Bisa Diusir dari Kantor Bupati Bireuen, GeRAK Bireuen: Pejabat tak Berempati
  • Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Terjadi di Laut Selatan Sukabumi, Getaran Terasa Sampai Garut
  • Perang Iran-Israel tak Kunjung Reda, 15 WNI Asal Jabar Dievakuasi dari Timur Tengah

“Ke depan kita bisa mengembangkan skema blended financing antara sukuk dengan instrumen keuangan sosial syariah, sehingga pembiayaan proyek energi terbarukan dapat dilakukan secara lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujar Dwi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Dalam diskusi bertajuk “Green Sukuk untuk Transisi Energi: Model Pembiayaan Inovatif bagi Program 100 GW Energi Surya", dia mengatakan selain Sukuk Hijau (green sukuk), sumber pembiayaan energi terbarukan juga dapat berasal dari cash waqf linked sukuk (CWLS), zakat, maupun dana sosial lainnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menilai kombinasi instrumen tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperluas sumber pendanaan proyek energi terbarukan yang selama ini masih banyak bergantung pada pembiayaan konvensional.

Dwi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi dana sosial syariah yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Potensi zakat nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, sedangkan potensi wakaf uang diperkirakan mencapai sekitar Rp180 triliun.

“Potensi ini bisa dimobilisasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk pengembangan energi surya,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti peluang pemanfaatan aset wakaf untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan, termasuk instalasi panel surya yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Halal jadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional dengan rantai pasok halal naik 6,21 persen menurut Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2026. - (Tim Infografis)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat 8 Ribu Kasus Campak, Kemenkes Gencarkan Imunisasi
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: Jelang Nyepi, Umat Hindu Gelar Upacara Melasti
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Bonus Hari Raya Lebaran 2026 Cair! 50 Ribu Mitra Pengemudi Dapat BHR, Ini Aturan dan Cara Penilaiannya
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Milik Bangsa, Bukan Pengusaha!
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Anies: Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras Masih Diisolasi di RSCM
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.