Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur

matamata.com
17 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur di Indonesia harus mengusung konsep yang terintegrasi. Hal ini bertujuan agar setiap proyek memiliki dampak nyata terhadap ekonomi dan ketahanan wilayah.

Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria Kemenko Infrastruktur, Syahruddin, menyampaikan pesan Menko AHY tersebut saat meninjau progres pembangunan Jalan Layang (Flyover) Sitinjau Lauik di Kota Padang, Sabtu (14/3/2026).

"Pesan Bapak Menko, sebelum membangun sesuatu harus ada narasi yang terintegrasi mengenai alasan infrastruktur tersebut dibangun," ujar Syahruddin.

Integrasi dan Mitigasi Bencana Syahruddin menjelaskan bahwa infrastruktur seperti jalan dan jembatan merupakan daya ungkit (leverage) bagi peningkatan ekonomi. Namun, pembangunan tersebut hanya akan efektif jika didesain berdasarkan kebutuhan riil dan perencanaan yang matang.

Kemenko Infrastruktur menekankan bahwa tata ruang wajib menjadi panglima. Artinya, setiap proyek pembangunan tidak boleh sedikit pun mengabaikan aspek penataan ruang, terutama yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

"Kita melihat bencana terjadi bertubi-tubi belakangan ini, baik di Sumatera maupun Jawa. Hal itu sering kali berkaitan dengan alih fungsi lahan yang tidak tepat," tegas Syahruddin. Ia menambahkan, pemerintah kini fokus menangani akar masalah penyebab bencana yang berimbas pada rusaknya infrastruktur, bukan sekadar menyelesaikan dampaknya.

Progres Flyover Sitinjau Lauik Proyek Flyover Sitinjau Lauik sendiri dibangun menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Melalui mekanisme ini, pemerintah akan mencicil pembayaran kepada PT Hutama Karya selama 10 tahun ke depan.

Direktur Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), Michael AP Rumenser, menyatakan pihaknya tengah berupaya menyelesaikan berbagai tahapan krusial, termasuk pembebasan lahan.

"Kami terus berusaha menyelesaikan proyek ini agar pada akhir 2027 sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Michael.  (Antara)

Baca Juga
  • Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Air Keras ke KontraS Dinilai Teror Bertujuan Membungkam
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
MA Tolak Kasasi Google, Putusan KPPU atas Google Play Billing Berkekuatan Hukum Tetap
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Aliyah Mustika Ilham dan IAS Gelar Buka Puasa di Rujab Wawali, Pererat Silaturahmi Ramadan
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan Rusak untuk Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Wamenpar Minta Pemda Awasi Tarif Pantai Anyer, Cegah "Getok Harga" saat Lebaran
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.