Waketum Partai Rakyat Adil Makmur Kecam Dugaan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

pantau.com
20 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur Alif Kamal mengutuk dugaan tindakan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Ia menilai tindakan kekerasan tersebut merupakan perbuatan tidak manusiawi yang mencederai ruang demokrasi.

Alif juga meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia mengatakan, "Kami mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepolisian harus segera mengusut kejadian ini secara serius dan transparan."

Kekhawatiran Terhadap Dampak Sosial

Menurutnya tindakan kekerasan seperti ini berpotensi memperkeruh situasi di tengah upaya pemerintah yang sedang fokus menjalankan berbagai program kerakyatan.

Alif menilai aksi tersebut dapat memancing spekulasi dan memperkeruh suasana publik.

Ia menyatakan, "Peristiwa seperti ini bisa menjadi upaya memancing di air keruh di tengah semangat pemerintah yang terus melaksanakan berbagai program kerakyatan. Karena itu, aparat kepolisian harus bergerak cepat agar tidak berkembang berbagai spekulasi."

Ia juga menegaskan pentingnya proses pengusutan yang transparan untuk mencegah munculnya opini liar di masyarakat.

Ia menambahkan, "Agar tidak muncul opini liar bahwa ada pembungkaman terhadap suara-suara aktivis, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas kejadian ini hingga pelaku dan motifnya jelas."

Pemerintah Dianggap Terbuka Terhadap Kritik

Alif menekankan bahwa dalam berbagai kesempatan pemerintah justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dari kelompok masyarakat sipil.

Ia menilai pemerintah berupaya merangkul kelompok yang bersuara kritis untuk menjaga keseimbangan dalam proses pemerintahan.

Ia mengatakan, "Dalam beberapa kesempatan, pemerintah justru terus merangkul kelompok-kelompok yang bersuara kritis. Langkah ini penting untuk mendapatkan masukan sehingga jalannya pemerintahan tetap berimbang dan responsif terhadap aspirasi masyarakat."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akselerasi Transisi Energi di Desa Banjarsari Demak Terganjal Efisiensi Anggaran
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 15 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Ketua Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Akademisi Unhas Dorong Pemerintah Indonesia Keluar dari Board of Peace Inisiasi Donald Trump
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.