Sumbar ajukan pembangunan pusat kebudayaan senilai Rp382 miliar

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan proposal pembangunan pusat kebudayaan Ranah Minang kepada Kementerian Kebudayaan dengan nilai Rp382,65 miliar.

"Pembangunan pusat kebudayaan atau kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan seni, tradisi serta ekonomi kreatif di Sumatera Barat," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi usai menyerahkan proposal pembangunan pusat kebudayaan kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Padang, Sabtu.

Mahyeldi menjelaskan pembangunan pusat kebudayaan tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur kebudayaan sekaligus menyediakan ruang terpadu bagi aktivitas seni dan pelestarian tradisi Minangkabau.

"Kami berharap dukungan dari Kementerian Kebudayaan agar pembangunan pusat kebudayaan ini bisa segera direalisasikan," kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kawasan pusat kebudayaan dirancang dalam tiga zona utama yang saling terintegrasi. Zona A akan difokuskan pada pembangunan sarana dasar kawasan yang meliputi jalan kawasan, kantor UPTD Taman Budaya, lounge, galeri seni serta amfiteater terbuka sebagai ruang pertunjukan budaya.

Zona B dirancang sebagai pusat aktivitas seni dan kreativitas. Fasilitas yang akan dibangun antara lain kios seni, lapau (warung) budaya, musala, ruang workshop seni lukis dan patung, studio tari, aula kegiatan, ruang pelestarian tradisi pasambahan dan makan bajamba hingga gudang karya seni.

Zona ini juga akan dilengkapi perpustakaan budaya, laboratorium sastra lisan, studio fotografi, studio film, ruang podcast, ruang multimedia, serta teater utama untuk pementasan seni.

Sementara Zona C dirancang sebagai fasilitas pendukung kawasan, meliputi teater kecil, kantor Dinas Kebudayaan, area pelayanan hotel, restoran, ballroom, serta kamar hotel untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan seni dan event budaya berskala besar.

Selain pembangunan pusat kebudayaan gubernur juga mengusulkan revitalisasi eks kantor Pemerintah Gubernur Wilayah di Jalan Setia Budi, Parak Kopi, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata budaya di Sumbar.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyarankan agar pengembangan kawasan kebudayaan juga melibatkan kolaborasi dengan Hotel Indonesia Natour (HIN) yang merupakan BUMN pengelola jaringan hotel milik negara.

"Pengembangan kawasan kebudayaan bisa disinergikan dengan pengelolaan hotel BUMN di bawah HIN agar kegiatan seni dan budaya dapat didukung fasilitas akomodasi," ujar Fadli.



Baca juga: Kemenpar: Festival Minangkabau ditunda karena dampak bencana di Sumbar

Baca juga: 43 cagar budaya terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar

Baca juga: Taman Budaya Sumbar perkenalkan kembali karya sastrawan Marah Roesli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat! Isi Pertamax hingga Bright Gas Bisa Dapat Double Points MyPertamina Sepanjang 2026
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Pemerintah Sebut Perjanjian ART dengan AS Tetap Jadi Pegangan di Tengah Investigasi Perdagangan
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Untung Besar! PSG Lebih Bugar dari Chelsea Jelang Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Duo Raksasa Berjaya: Napoli Comeback Dramatis, Juventus Menang Tipis di Markas Udinese
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.