Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mempertimbangkan untuk mengirim tambahan kapal perang serta marinir ke Timur Tengah usai Iran meningkatkan serangannya di kawasan Selat Hormuz.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip tiga pejabat AS pada Jumat kemarin menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah menyetujui permintaan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk mengerahkan tambahan unsur kelompok amfibi tempur beserta unit ekspedisi Marinir.
Dikutip dari TRT World, Sabtu, 14 Maret 2026, unit tersebut biasanya terdiri dari beberapa kapal perang dan sekitar 5.000 personel Marinir.
Menurut laporan tersebut, kapal perang USS Tripoli yang berbasis di Jepang bersama pasukan Marinir yang menyertainya kini sedang menuju Timur Tengah. Pejabat AS mengatakan pasukan Marinir sebenarnya sudah berada di kawasan tersebut untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Pentagon sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai rencana penempatan tambahan pasukan ketika dimintai tanggapan oleh Anadolu. Ketegangan di Selat Hormuz Sebelumnya, Menhan AS Pete Hegseth menepis kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran akan menyebabkan penutupan berkepanjangan Selat Hormuz. Ia menyebut tindakan Iran di jalur pelayaran strategis tersebut sebagai bentuk “keputusasaan."
“Kami telah mengatasinya, dan Anda tidak perlu khawatir,” kata Hegseth.
Ia mengatakan satu-satunya faktor yang saat ini menghambat lalu lintas kapal di selat tersebut adalah serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas. Namun Hegseth menegaskan AS telah menyiapkan berbagai rencana untuk menjaga jalur perdagangan internasional tetap terbuka.
“Kami memiliki rencana untuk setiap kemungkinan. Selat itu tidak akan kami biarkan tetap diperebutkan atau mengganggu arus perdagangan global,” ujarnya.
Baca juga: Respons Nasib Selat Hormuz, Iran Salahkan AS dan Israel




