Pemerintah Tegaskan Batu Bara Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik, Baru Sisanya Diekspor

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pemerintah kini memberlakukan skema bagi perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)

Pemerintah Tegaskan Batu Bara Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik, Baru Sisanya Diekspor (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan batu bara bagi konsumsi dalam negeri adalah prioritas utama sebelum dilakukan ekspor. 

Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi domestik, khususnya bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetap aman dan terjaga.

Baca Juga:
Prabowo-Gibran hingga Jajaran Menteri Serahkan Zakat di Istana Negara Hari Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah kini memberlakukan skema bagi perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) guna memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Jika belum memenuhi kewajiban DMO, perusahaan tambang tidak akan mendapatkan izin ekspor.

Baca Juga:
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman

“Sekarang perusahaan-perusahaan batu bara yang sudah diberikan RKAB kita wajibkan untuk DMO. Kalau kebutuhan nasional belum tercukupi, maka tidak kita keluarkan izin ekspor. Jadi artinya apa? Orientasi kita adalah kebutuhan domestik,” kata Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, pemerintah telah menyiapkan peraturan dalam bentuk Keputusan Menteri yang menegaskan bahwa produksi batu bara nasional harus terlebih dahulu dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri sebelum sisanya dapat diekspor ke pasar internasional.

Baca Juga:
IHSG Sepekan Berakhir di Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Rp12.678 Triliun

“Kami telah menyiapkan Kepmen, seluruh batu bara yang kita hasilkan untuk kebutuhan dalam negeri dulu, baru sisanya ekspor. Karena batu bara itu barang milik negara, bukan barang milik perusahaan,” tutur Bahlil.

Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa ketersediaan batu bara untuk seluruh PLTU, baik yang dimiliki PLN maupun pembangkit swasta (Independent Power Producer/IPP), saat ini masih berada di atas batas minimum cadangan operasional nasional.

Baca Juga:
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita

Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional serta keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri tetap terjaga di tengah dinamika pasar energi global.

Selain batu bara, Bahlil juga menegaskan bahwa pasokan energi lainnya seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM) tetap dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri, meskipun situasi geopolitik global tengah mengalami peningkatan ketegangan.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Sejumlah Indeks Terpukul oleh Perang di Timur Tengah

Menurutnya, pemerintah terus memantau ketersediaan energi nasional guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama pada periode meningkatnya konsumsi energi menjelang Lebaran.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alarm Kemandirian Energi dari Selat Hormuz
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Indonesia Berhasil: Kita Mau Tertibkan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
13 Orang Kena OTT di Cilacap Dibawa ke KPK, Bupati hingga Pejabat Pemkab
• 22 jam laluokezone.com
thumb
John Herdman Bisa Coret Belasan Pemain dari Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Ini Penyebabnya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Meta Disebut Siapkan PHK Besar-besaran Seiring Investasi Jumbo di Bidang AI
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.