Yogyakarta Mantap Jadi Pusat Industri Kreatif, Kerajinan Lokal Tembus Pasar Eropa

matamata.com
3 hari lalu
Cover Berita

Matamata.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat industri kreatif nasional lewat gelaran Business Matching IKM Kerajinan 2025 di Hotel Grand Rohan, Selasa (10/3/2026).

Acara ini mempertemukan Kementerian Perindustrian dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kerajinan sekaligus membuka peluang pasar global.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM DIY, Yuna Pancawati, menyebut kegiatan ini sebagai bukti komitmen bersama pusat dan daerah dalam membina IKM kerajinan.

“Sektor ini bukan hanya menopang ekonomi, tetapi juga identitas budaya khas Yogyakarta,” ujar Reni.

Data terbaru menunjukkan DIY memiliki 98.408 unit IKM, dengan 14.739 di antaranya bergerak di bidang kerajinan. Kinerja ekspor DIY sepanjang 2025 mencapai 558,72 juta USD, naik 2,14 persen dari tahun sebelumnya.

Produk unggulan meliputi tekstil, kulit, dan kerajinan, dengan pasar utama Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan ASEAN.

Kerajinan Ramah Lingkungan Indo Risakti Go International

Dalam momentum yang sama, PT Indo Risakti, perusahaan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor produk kerajinan berbahan alami ke Prancis dan London.

Produk berupa keranjang dan storage ini dibuat dari enceng gondok serta pelepah pisang, material yang sebelumnya dianggap limbah, namun diolah menjadi barang fungsional sekaligus indah.

Riris menegaskan keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah dan berbagai pihak.

Baca Juga
  • Dipandu Irfan Hakim, RCTI Kembali Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' Live dari Bogor

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dengan bantuan dinas dan kementerian, usaha ini bisa berkembang sekaligus membuka lapangan kerja bagi pengrajin,” jelas Riris.

Selain ekspor, Indo Risakti juga aktif memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, melalui pelatihan keterampilan.

“Kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti terjamin makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” ujarnya.

Pengiriman dilakukan lewat Pelabuhan Semarang dengan transit di Singapura, satu kontainer berisi sekitar 1.500 unit produk.

Dukungan Pemerintah dan Peluang Pasar Baru

Reni Yanita menegaskan keberhasilan Indo Risakti merupakan buah dari fasilitasi pemerintah.

“Keikutsertaan dalam pameran Ambiente selama tiga tahun berturut-turut akhirnya membuahkan hasil ekspor ke Prancis dan London,” kata Reni.

Reni menambahkan, meski kondisi global penuh tantangan, pemerintah tetap optimistis terhadap masa depan IKM Indonesia. Optimisme itu didukung pasar domestik yang kuat serta peluang dari perjanjian perdagangan internasional.

Ia juga menyoroti munculnya minat dari pasar non-tradisional seperti Namibia, Mauritius, dan French Polynesia.

“Keberhasilan ekspor ini membuktikan bahwa IKM Indonesia punya daya saing kuat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia,” pungkasnya.

Dengan ekosistem kreatif yang lengkap, tren ekspor positif, serta dukungan pemerintah, Yogyakarta semakin mantap menempatkan diri sebagai pusat industri kreatif sekaligus pemain penting di pasar kerajinan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakpus, Kapolda Metro Jaya: Anggota Saya Masih Bekerja, Doakan Saja
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Hidup Mewah, Suami-Istri di Jakarta Ketahuan Curi Uang Bank Rp219 M
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati Cilacap Minta Sekda Kumpulkan Uang untuk THR, Terkumpul Rp610 Juta
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
7 Hal Diketahui terkait KPK OTT Bupati Cilacap
• 23 jam laludetik.com
thumb
Korlantas Ingatkan Pemudik Jangan Paksakan Diri Berkendara, Bisa Picu Kecelakaan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.