Ini Titik-titik Banjir Capai 3,5 Meter di Jaksel dan Jaktim

idntimes.com
6 bulan lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times – Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan banjir yang melanda Jakarta paling signifikan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung yang dipicu curah hujan tinggi sejak Rabu (28/1/2026)

Isnawa menyampaikan, hingga Jumat (30/1/2026) pukul 08.00 WIB, di Jakarta Selatan tercatat delapan RT masih tergenang, masing-masing berada di Kelurahan Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat.

"Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 150 hingga 350 sentimeter," katanya.

Isnawa mengatakan genangan di Jakarta Selatan dipengaruhi langsung oleh luapan Kali Ciliwung, sehingga ketinggian air relatif tinggi dan berdampak pada permukiman warga.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Timur dengan 21 RT terdampak banjir. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Balekambang. Ketinggian air di Jakarta Timur berkisar antara 50 hingga 350 sentimeter, menjadikan wilayah ini sebagai daerah dengan jumlah RT tergenang terbanyak

Menurut Isnawa, banjir di Jakarta Timur juga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan.

Berikut dua titik banjir di Jaksel dan Jaktim

Jakarta Selatan terdapat 8 RT, yang terdiri dari:

- Kel. Pejaten Timur 4 RT

- Kel. Rawajati: 2 RT

- Kel. Tanjung Barat 2 RT

Ketinggian: 150 sampai 350 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung

Jakarta Timur terdapat 21 RT, yang terdiri dari:

- Kel. Rawa Terate 1 RT

- Kel. Bidara Cina:4 RT

- Kel. Kampung Melayu: 4 RT

- Kel. Cawang: 9 RT

- Kel. Cililitan: 2 RT

- Kel. Balekambang 1 RT

Ketinggian: 50 sentimeter 350 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Konektivitas Nasional, Prabowo Ingin Lampung hingga Banda Aceh Terhubung Kereta Api
• 4 jam lalu
0
thumb
Cara Daftar Sekolah Kedinasan PKN STAN, Lulus Kerja di Kemenkeu
• 10 jam lalu
0
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,31% ke Level 6.110, Rupiah Melemah Rp 18.072 per Dolar AS
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 94W, Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
Pendiri Jababeka: Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Butuh Terobosan Regulasi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.