Kelanjutan Nasib Kilang Tuban Diputuskan Bulan Ini

voi.id
3 bulan lalu
Cover Berita
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Maria Trisnawati/VOI)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perkembangan terbaru proyek pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Menurutnya, keputusan final investment decision (FID) akan diumumkan pada pertengahan bulan ini.

“Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” ujar Bahlil kepada awak media dikutip Selasa, 9 Desember.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, saat ini Pertamina masih melakukan pembahasan finalisasi dengan prusahaan migas asal Rusia, Rosneft. Melalui keputusan tersebut, akan diputuskan apakah Pertamina akan melanjutkan kerja sama atau terdapat rencana lanjutan.

“Rosneft lagi lakukan pembahasan dengan Pertamina,” sambung Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri juga mengungkapkan, FID Rosneft di proyek GRR Tuban akan rampung pada awal Desember 2025.

“Kilang Tuban saat ini kita dalam proses FID ya, nanti setelah itu baru akan kita nilai apakah feasible untuk kita lanjutkan, ataukah ada rencana lainnya gitu, tapi sampai saat ini masih dalam proses itu,” ujar Simon kepada awak media sat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin, 10 November.

Simon juga mengatakan kabar terbaru akan disampaikan Pertamina jika keputusan FID dari Rosneft diserahkan.

“FID kemungkinan kita melihat awal Desember ya, kita akan update lagi,” sambung dia.

Sebelumnya, PT Kilang Pertamina Internasional memastikan nilai investasi untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban atau Kilang Tuban dipastikan akan meningkat.

Direktur Utama KPI, Taufik Adityawarman mengatakan, proyek yang jalan di tempat menjadi salah satu faktor penyebab nilai investasi proyek raksasa ini membengkak.

"Proyeksinya (investasi) akan lebih. Pasti kan terdampak dampak (karena penundaan proyek," ujarnya kepada awak media di sela agenda IPA Convex 2025 yang dikutip Rabu, 21 Mei.

Taufik menyebut, akibatnya proyek yang semula diperkirakan akan menelan biaya sebesar 13,5 miliar akan membengkak menjadi 23 miliar dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa 2 Saksi Mata Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pigai Kecam Kekerasan terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Minta Pemudik Utamakan Keselamatan, Tak Bawa Barang hingga Overload
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH Demi Hemat BBM di Tengah Perang AS-Israel VS Iran
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Maarten Paes Akhirnya Rasakan Kemenangan Bareng Ajax Amsterdam tapi Kiper Timnas Indonesia Tampil Biasa-Biasa Saja
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.